Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Cara budidaya timun suri organik

Cara budidaya timun suri organik

Timun suri, dari sisi nama dan bentuknya, orang banyak mengasosiasikan tanaman ini dengan sebagai jenis-jenis mentimun. Namun tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka dan blewah dibanding mentimun?

Riset yang dilakukan Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sementara mentimun 2n=14.  Bentuk daunnya lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon.

Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang memiliki hama seperti mentimun. Upaya pengendaliannya pun biasanya diperlakukan sama. Hanya saja tanaman ini lebih bandel dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh.
Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, memiliki kandungan Vitamin C yang cukup tinggi. Selain vitamin buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi.
Pengolahan lahan

Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.
Penanaman benih

Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.

Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.
Budidaya timun suri

Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Tanaman yang sudah dewasa mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.

Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.
Pemanenan

Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.

Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.

Sumber: alamtani.com

budidaya tanaman semangka tanpa biji

budidaya tanaman semangka tanpa biji


Tanaman semangka tanpa biji(Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kalahari. Penyebarannya ke India, China dan Amerika dilakukan oleh para pelayar dari pedagang.

memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92%, karbohidrat 7% dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering, tetapi akhir-akhir ini dengan teknologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja.

Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat, tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.
Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit, serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan teknologi budidaya semangka di daerah Sub-tropika lebih maju dibandingka daerah asalnya (tropika).
Jenis-jenis baru baik, hibrida yang diploid (semangka tak berbiji), telah banyak dikembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis (varietas asalnya).

Sekilas semangka Tanpa biji

Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tertua atau induknya masing-masing berasal dari tertua betoina semangka tetraploid dengan tertua jantan semangka diploid.

Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji ditemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tertua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan mutasi duplikasi.

Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid (semangka seedless) yang mempunyai daya vitaliuta rendah. Jika suhu udara rendah (kurang dari 29 derjat Celcius), maka daya kecambahannya pun akan lambat.

Oleh karena itu, perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat.

Daya kecambah rata-rata biji semangka triploid adalah antara 27,5-85% dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil dari pada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnay memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benang sarinya mandul, maka biji tidak akan berbentuk.

Meskipun demikian, biji kosong yang berwarna putih atau cokelat terkadang masih dijumnpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor (P205).

Sumber: www.tanamanku.net

budidaya jeruk purut

budidaya jeruk purut

Buah jeruk dikenal sebagai jenis buah yang kaya akan nutrisi, khususnya yakni vitami C. Tak diragukan lagi bahwa peran vitamin C untuk tubuh kita sangatlah vital. Vitamin C dapat membantu tubuh untuk memperkuat sistim daya tahan tubuh yang dapat menyebabkan diri kita lebih tahan terhadap berbagai serangan dari luar yang bisa menyebabkan kita sakit. Oleh karena itu, dengan asupan vitamin C yang baik maka tubuh kita akan lebih kuat dan selalu bugar.

Jeruk adalah buah yang digemari oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Buah ini selain bisa dimakan langsung setelah dikupas, juga bisa diolah menjadi beragam jenis makanan ataupun minuman, contohnya saja selai jeruk, juice jeruk, sup buah, dan lain-lain. Akan tetapi, ada juga jenis jeruk yang berfungsi sebagai semacam penyedap aroma dan rasa, namanya yakni jeruk purut. Kami yakin bahwa sebagian besar dari para pembaca yang suka bercocok tanam pasti memiliki pohon jeruk purut ini di rumah, karena tanaman ini memang relatif selalu dibutuhkan.
Peluang Berbisnis dengan

Jeruk purut sungguh berbeda dengan buah jeruk pada umumnya yang dinikmati sebagai hidangan pencuci mulut. Buah maupun daun dari jeruk purut bisa dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap untuk membuat kue, manisan, maupun berbagai macam masakan supaya rasa dan aromanya lebih mantap. Jeruk purut tergolong sangat populer di masyarakat Indonesia, maka tak heran jika peminatnya di pasaran cukup tinggi untuk setiap harinya. Oleh sebab itu, sangat bagus sebenarnya apabila kita memiliki ide untuk mengembangkan budidaya tanaman ini.
Tips untuk

Di sini akan kami sediakan beberapa tips yang berkenaan dengan cara . Tips mengenai teknik budidaya yang pertama akan kita bahas yakni berkaitan dengan cara menanam ataupun teknik menanamtumbuhan jeruk purut ini. Kemudian kita juga akan membahas tentang perawatan tanaman ini. Langsung saja kita mulai pembahasan yang pertama.
Teknik Menanam

Sebelum menanam, tentu saja kita harus mencari bibit jeruk purut yang baik, yang bisa kita dapatkan di berbagai sentra pembibitan tanaman. Cara pembibitan yang baik yakni yang memenuhi standar sertifikasi pembibitan, jadi pastikan Anda mendapatkan bibit hanya di tempat terpercaya. Setelah mendapatkan bibit, proses penanaman yang harus kita lakukan cukup sederhana. Mula-mula kita membuat lubang-lubang tanam dengan jarak sekitar 3 meter, setelah itu kita masukan bibit jeruk purut dan menutupnya dengan tanah.

Pemupukan dapat kita lakukan ketika menanam, yakni dengan mencampuri tanah untuk menimbun lubang-lubang tanam dengan dolomit dan pupuk kandang secukupnya. Cara tanam seperti ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Teknik Perawatan

Selanjutnya tanaman tinggal dirawat dengan baik dan benar agar hasil panennya juga baik. Prosedur perawatan yang harus dilakukan secara rutin yaitu yang pertama adalah menyiram tanaman secara berkala. Selanjutnya, kita perlu membersihkan semak-semak pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman. Kemudian kita juga perlu melakukan pemupukan kembali terhadap tanah di sekitar tanaman. Lalu, kita juga harus selalu merawat batang dan ranting tanaman, yakni dengan membersihkannya dari hewan-hewan kecil pengganggu dan juga memotong ranting-ranting dengan menggunakan alat pangkas.

Itulah barangkali garis besar mengenai cara budidaya tanaman jeruk purut yang perlu kita ketahui. Hasil dari komoditas bisa sangat besar, oleh sebab itu ini bisa menjadi peluang bisnis yang sangat baik untuk kita. Sekian dan semoga bermanfaat.

Sumber: 1001budidaya.com