Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Panduan teknis budidaya pepaya

Panduan teknis budidaya pepaya


Pepaya (Carica papaya) merupakan buah-buahan tropis. Tanaman ini dipercaya berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Dari tempat ini menyebar ke berbagai belahan bumi.

Budidaya pepaya bisa dilakukan di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Namun ketinggian lahan optimalnya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering pohon pepaya masih bisa berbuah dengan bantuan penyiraman teratur.

Drainase tanah yang baik sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya pepaya. Genangan air akan menyebabkan busuk akar pada tanaman pepaya. Tanaman ini menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7.

Sifat tanaman pepaya

Pepaya merupakan tanaman perdu yang bisa tumbuh hingga 3 meter. Batang pepaya berongga, jaringannya lunak dan berair. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar samping yang lunak. Pertumbuhan akar dangkal dan agak lemah.

Bunga pepaya tumbuh pada ketiak daun, baik berupa bunga tunggal maupun rangkaian. Terdapat tiga jenis bunga pepaya, yakni bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna (mempunyai putik dan benang sari atau hemafrodit).

Berdasarkan sifat bunga, dikenal pohon pepaya jantan, pohon betina dan pohon sempurna. Pohon pepaya jantan tidak akan menghasilkan buah, sedangkan pohon pepaya betina akan menghasilkan buah yang membulat, daging buahnya tipis. Buah pepaya yang dikehendaki dengan bentuk memanjang dihasilkan dari pohon pepaya sempurna.
Pemilihan benih pepaya

Benih untuk budidaya pepaya didapatkan dari biji terseleksi. Untuk mendapatkan sebanyak mungkin pohon pepaya sempurna diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam memilih calon benih.

Benih yang baik didapatkan dari buah pepaya yang dihasilkan pohon sempurna. Bentuk buah memanjang, tidak cacat dan bebas dari penyakit. Buah tersebut sebisa mungkin dibiarkan matang di pohon.

Biji pepaya terdapat dalam rongga buah, ada yang berwarna hitam kelam ada yang pucat putih. Biji berwarna putih merupakan biji yang mati tidak akan tumbuh. Biji yang hitam dapat tumbuh menjadi pohon, namun hanya sekitar 25-50% yang menjadi pohon sempurna tergantung sifat genetisnya. Sisanya menjadi pohon betina dan pohon jantan.

Biji yang tumbuh di ujung buah memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi pohon pepaya sempurna dibanding bagian pangkal. Untuk menyeleksi benih sebaiknya ambil biji pada bagian ujung hingga tengah buah. Jangan mengambil biji dari pangkal buah.

Penyemaian benih pepaya
Sebelum disemaikan, benih yang masih kering perlu dikecambahkan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya. Pertama-tama rendam benih dalam air hangat kuku selama satu malam. Kemudian pilih biji tenggelam atau tidak mengapung dalam air.

Siapkan kertas tisu sebagai pembungkus, basahi tisu tersebut dengan air. Tebarkan biji yang telah direndam di atas tisu kemudian tutup atasnya dengan tisu dan siram atau basahi. Masukkan bungkusan benih tersebut dalam besek (kotak anyaman bambu) atau wadah lain yang serupa. Tempat atau wadah harus yang bisa tembus air atau mengalirkan air.

Letakkan wadah tersebut di sinar matahari, jangan terlalu terik, perkecambahan benih membutuhkan suhu kira-kira 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah setelah 7-10 hari, atau bisa lebih.

Setelah benih berkecambah menjadi bibit, pindahkan kecambah-kecambah tersebut dalam polybag semai, satu bibit satu polybag. Pilih polybag kecil dengan ukuran 9×10 cm. Sebelumnya, isi polybag tersebut dengan media persemaian terdiri dari tanah, kompos, arang sekam yang telah diayak dengan perbandingan 1:1:1. Lihat cara membuat media persemaian.

Setelah bibit dipindahkan basahi media untuk menjaga kelembaban. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut dalam bilik persemaian yang ternaungi. Naungan bisa dibuat dari plastik bening atau paranet. Fungsinya untuk melindungi bibit dari kucuran hujan langsung, sengatan matahari dan terpaan angin.

Bibit siap dipindahkan ke lahan tebuka setelah berumur 2-2,5 bulan sejak disemaikan. Kebutuhan benih pepaya untuk satu hektar sekitar 60 gram.
Pengolahan tanah dan penanaman

Berikut ini adalah pengolahan lahan untuk budidaya pepaya di lahan tegalan atau hamparan non terasering. Pertama-tama, lahan dicangkul atau dibajak untuk menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter, panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam. Berikut ketentuannya:

    Budidaya pepaya <0,2 Ha jarak tanamnya 2×2 meter
    Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter
    Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam, ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. Ketika menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1-2 minggu.

Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Kemudian masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah kedalam lubang tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam yang telah tertutup selama 1-2 minggu.

Sebagai catatan, untuk tanah yang memiliki pH dibawah 5 netralkan dengan kapur atau dolomit. Dosis pemberian kapur sebanyak 1-2 ton per hektar atau 1 kg per lubang tanam. Pemberian dolomit setidaknya 2 minggu sebelum tanam.

Setelah lubang tanam siap, pindahkan bibit dari polybag semai ke lubang tanam. Umur bibit yang siap dipindahkan minimal 2-2,5 bulan setelah semai. Lakukan penyiraman pagi atau sore hari setidaknya hingga tanaman berumur 1,5 bulan sejak dipindahkan.

Terdapat dua kebiasaan petani dalam budidaya pepaya, yaitu menanam satu bibit dalam satu lubang tanam atau dua bibit dalam satu lubang semai. Tujuan penanaman dua bibit untuk menghindari tumbuhnya pepaya jantan dan pepaya betina serta memudahkan penyulaman.

Pada bulan ke-4, ketika pepaya berbunga pertama kali, dilakukan seleksi untuk mencabut pepaya yang tidak dikehendaki. Pada akhirnya hanya satu pepaya sempurna per lubang tanam yang dibiarkan tumbuh hingga berbuah.
Perawatan budidaya pepaya

Penyulaman tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan sejak tanam. Tanaman yang tumbuhnya jelek atau berpenyakit dicabut dan diganti bibit baru. Apabila menggunakan metode dua bibit dalam satu lubang tanam, tinggal mencabut tanaman yang terlihat tidak bagus.

Berikut ini tips-tips yang diberikan Prof. Sobir dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor, untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna.

    Amati saat pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bila bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar saat umur 4 bulan. Bila berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut dan disulam dengan bibit lain.
    Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari hingga terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1-2 bulan kemudian.
    Bila setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus dicabut.
    Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, bila kita menerapkan metode penanaman dua pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya bisa dibesarkan satu pohon sempurna saja.

Pemupukan susulan dimulai 2 minggu setelah bibit dipindahkan. Pemupukan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya. Kedalaman parit kurang lebih 5-10 cm, campuran pupuk diletakkan pada parit tersebut. Berikut ketentuan pemupukan budidaya pepaya:

    Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr per pohon
    Pemupukan kedua, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
    Pemupukan ketiga, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
    Pemupukan keempat, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
    Pemupukan selanjutnya setiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon
Pemanenan

Budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9-14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas budidaya pepaya berkisar 20-35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung dari kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya.

Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon. Cirinya terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Bila hasil panen akan dipasarkan ke tempat yang jauh, bisa dipetik lebih dini.

Sumber: alamtani.com

Cara budidaya timun suri organik

Cara budidaya timun suri organik

Timun suri, dari sisi nama dan bentuknya, orang banyak mengasosiasikan tanaman ini dengan sebagai jenis-jenis mentimun. Namun tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka dan blewah dibanding mentimun?

Riset yang dilakukan Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sementara mentimun 2n=14.  Bentuk daunnya lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon.

Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang memiliki hama seperti mentimun. Upaya pengendaliannya pun biasanya diperlakukan sama. Hanya saja tanaman ini lebih bandel dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh.
Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, memiliki kandungan Vitamin C yang cukup tinggi. Selain vitamin buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi.
Pengolahan lahan

Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.
Penanaman benih

Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.

Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.
Budidaya timun suri

Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Tanaman yang sudah dewasa mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.

Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.
Pemanenan

Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.

Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.

Sumber: alamtani.com

Khasiat Teh Daun Jati Cina bagi Kesehatan

Khasiat Teh Daun Jati Cina bagi Kesehatan

Bagi yang belum mengetahui tentang teh daun cina, penulis akan menjelaskannya terlebih dahulu sebelum membahas khasiatnya. Teh daun cina biasa disebut dengan nama daun senna atau daun Alexandria. Teh ini sudah dikenal khasiatnya dan telah digunakan sebagai pengobatan sejak berabad-abad yang lalu. Selain memiliki nama latin Cessai Angustilofia, tanaman ini juga merupakan tumbuhan semak yang tumbuh hingga 3 meter serta memiliki daun halus berbentuk lonjong dan berwarna kelabu hijau dengan tangkai berwarna hijau.

Tanaman ini umumnya tumbuh di daerah yang beriklim tropis, dan umumnya banyak dijumpai di Negara India, Pakistan, Mesir, Afrika Utara, serta Pakistan. Sejak abad ke-9 daun jati cina digunakan pertama kali oleh Dokter Arab sebagai obat pencahar alami. Obat pencahar adalah obat yang mengandung zar laxative. Pemanfaat daun ini biasanya diolah menjadi bentuk teh.

Selain digunakan sebagai teh untuk pengobatan, teh daun jati cina juga dapat dikonsumsi sebagai minuman kesehatan sehari-hari karena memiliki khasiat yang cukup tinggi bagi kesehatan tubuh. Berikut ini akan diuraikan mengenai manfaat dari teh daun jati cina untuk kesehatan tubuh.
Manfaat Mengkonsumsi Teh Daun Jati China untuk Kesehatan Tubuh dan Diet Menurunkan Berat Badan
1. Mengilangkan Racun Di Dalam Tubuh

Teh daun jati cina berfungsi untuk menghilangkan racun di dalam tubuh terutama pada organ usus. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan sistem penyerapan sari makanan dan nutrisi makanan di dalam tubuh dan mengurainya menjadi bentuk energi.
2. Mengecilkan Perut Buncit

Mempunyai perut buncit merupakan salah satu faktor permasalahan yang dianggap penting khususnya bagi orang-orang yang selalu memperhatikan penampilan. Perut buncit disebabkan oleh lemak yang mengumpul dibagian perut. Mengonsumsi teh daun cina secara teratur dapat membantu mengecilkan perut yang buncit.

3. Menurunkan Berat Badan

Teh daun jati cina juga memiliki manfaat untuk melangsingkan tubuh sehingga ramuan ini sangat cocok dikonsumsi sebagai menu diet harian. Ramuan ini mempunyai khasiat yang ampuh untuk melangsingkan tubuh tanpa memberikan resiko yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Selain memiliki tiga manfaat tersebut, teh daun jati cina juga telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan lemak serta dapat memperlancar sistem metabolisme di dalam tubuh. Jika mengonsumsinya secara teratur dan tidak berlebihan, akan memberikan efek samping positif seperti buah air besar menjadi lancar serta tubuh menjadi lebih segar. Bagi orang yang memiliki berat badan lebih (obesitas) akan mengalami efek seperti, mengalami mudah berkeringat dan pada saat buang air besar feses menjadi berminyak. Hal itu bertujuan untuk membuang kandungan kolesterol dan minyak jahat di dalam tubuh.

Sumber: www.kesehatanpedia.com

Manfaat Bunga Melati

Manfaat Bunga Melati


- Jasmine dengan nama latin Jasminum officinale merupakan tumbuhan semak berbunga-bunga yang mengandung bunga putih atau kuning, Tumbuhan ini berasal dari negara-negara Mediterania (ada juga beberapa orang yang mengatakan itu berasal dari India). Tumbuhan ini memiliki mahkota bercabang, sudut ranting panjang hijau, bunga tumpul dan dibudidayakan untuk tanaman hias, dan juga untuk keperluan obat dan industri. Bunga-bunganya kecil dan besar, putih dengan parfum bagus yang meningkatkan kekuatan di malam hari. Jasmine tumbuh dengan cepat. Tumbuh di tempat teduh, tetapi tumbuh lebih baik di daerah cerah dan berangin.

Dari bunga melati itu diekstrak minyak terkenal dan sangat mahal. Biaya untuk mengekstrak terlalu tinggi. Ramuan ini memiliki kekuatan untuk menghilangkan stres dan depresi, dan dapat membantu mendapatkan kembali kepercayaan diri. Bunga melati juga digunakan dalam biotherapy dan industri parfum.

Bunga melati yang segar mengandung minyak eterik. Selain itu, bunga melati juga mengandung Benzilic asetat, linalcohol, alkohol Benzilic, indol dan Jasmon. Semua zat ini memberikan sifat afrodisiak melati. Di antara sifat-sifat lain dari bunga melati adalah: perbaikan pencernaan, adjuvant dalam racun eliminasi dan longgar berat. Bunga melati juga membantu percepatan metabolisme, meningkatkan sirkulasi darah dan umumnya dikenal efek afrodisiak.

Tentunya, itu bukan salah satu afrodisiak paling kuat, namun teh melati membantu organisme bersantai dan mendapatkan kembali kekuatannya dalam stres atau fisik dan psikis periode lembur.

Teh Melati
Bunga melati dikenal juga untuk konsumsi teh, peradaban Cina minum teh melati selama musim semi dan musim panas serta di musim gugur dan terutama di musim dingin. Kebiasaan minum teh ini muncul di utara dan utara-timur wilayah China.

Beberapa manfaat teh melati:

    Meringankan Stress:
    Teh dengan aroma melati sangat bermanfaat untuk menghilangkan stres. Ini membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan. Hal ini juga dapat mengurangi gejala nyeri, sakit kepala dan nyeri otot. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa aroma melati dapat menurunkan denyut jantung dan menghasilkan menenangkan, efek tenang pada indera.
    Menurunkan Kemungkinan Kanker

Teh Jasmine tinggi dalam antioksidan, dan memerangi radikal bebas yang terbentuk dalam tubuh. Radikal bebas berbahaya dengan cara manusia, dan dapat mempercepat proses penuaan. Radikal bebas juga telah terbukti memiliki hubungan dengan perkembangan kanker dalam tubuh. Dengan mengurangi radikal bebas dalam tubuh, secara efektif menurunkan kemungkinan terkena kanker. Antioksidan juga memainkan peran berharga dalam memperlambat proses penuaan.
Mengurangi Kolesterol
Teh Jasmine telah terbukti mengurangi akumulasi kolesterol dan lemak sehat dalam tubuh kita. Hal ini juga mencegah pembentukan kolesterol jahat. Hal ini akan mengurangi kemungkinan penyakit jantung dan stroke.
Mengurangi Berat Badan
Beberapa studi telah menunjukkan hubungan antara konsumsi teh melati dan pengurangan sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini dapat membantu orang dalam mencapai tujuan penurunan berat badan mereka lebih cepat. Selain itu, teh melati membantu menjaga berat badan, jika disertai dengan diet yang tepat.
Mengurangi Kemungkinan Pilek dan Flu
Teh Jasmine memiliki beberapa sifat antivirus dan antibakteri yang membantu dalam pencegahan pilek dan influenza. Hal ini secara luas diyakini bahwa berkumur dengan teh melati dapat mencegah penyakit. Konsumsi teh melati juga dapat mengakibatkan pemulihan lebih awal dari penyakit tersebut.
Anti Bakteri
Selain dapat memerangi bakteri, teh melati bermanfaat untuk pembentukan bakteri baik yang membantu tubuh kita dalam beberapa tugas penting seperti pencernaan. Karena itu, teh melati meningkatkan kekuatan usus dan juga membantu dalam pencegahan penyakit seperti diare, penyakit lambung, kolera dan bisul.
Menagatur Sirkulasi
Teh melati yang bermanfaat bagi peningkatan sirkulasi darah. Hal demikian membantu mencegah beberapa kondisi seperti gumpalan darah, blok arteri, kerusakan otak, trombosis, tekanan darah tinggi dan stroke.
Mengatur Produksi Insulin
Mengkonsumsi teh melati dipercaya untuk mengurangi kemungkinan terkena diabetes. Ini mengatur kadar gula dan pembentukan insulin dalam tubuh. Teh Jasmine juga mungkin bermanfaat dalam mengurangi kadar gula darah pada penderita

Sumber: 1001macammanfaat.com