Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2016

Panduan teknis budidaya pepaya

Panduan teknis budidaya pepaya


Pepaya (Carica papaya) merupakan buah-buahan tropis. Tanaman ini dipercaya berasal dari daerah tropis di benua Amerika. Dari tempat ini menyebar ke berbagai belahan bumi.

Budidaya pepaya bisa dilakukan di dataran rendah hingga ketinggian 1000 meter dari permukaan laut. Namun ketinggian lahan optimalnya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini menghendaki curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun yang merata sepanjang tahun. Di daerah bermusim kering pohon pepaya masih bisa berbuah dengan bantuan penyiraman teratur.

Drainase tanah yang baik sangat dibutuhkan dalam usaha budidaya pepaya. Genangan air akan menyebabkan busuk akar pada tanaman pepaya. Tanaman ini menghendaki tanah gembur dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7.

Sifat tanaman pepaya

Pepaya merupakan tanaman perdu yang bisa tumbuh hingga 3 meter. Batang pepaya berongga, jaringannya lunak dan berair. Tanaman ini mempunyai akar tunggang dan akar samping yang lunak. Pertumbuhan akar dangkal dan agak lemah.

Bunga pepaya tumbuh pada ketiak daun, baik berupa bunga tunggal maupun rangkaian. Terdapat tiga jenis bunga pepaya, yakni bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna (mempunyai putik dan benang sari atau hemafrodit).

Berdasarkan sifat bunga, dikenal pohon pepaya jantan, pohon betina dan pohon sempurna. Pohon pepaya jantan tidak akan menghasilkan buah, sedangkan pohon pepaya betina akan menghasilkan buah yang membulat, daging buahnya tipis. Buah pepaya yang dikehendaki dengan bentuk memanjang dihasilkan dari pohon pepaya sempurna.
Pemilihan benih pepaya

Benih untuk budidaya pepaya didapatkan dari biji terseleksi. Untuk mendapatkan sebanyak mungkin pohon pepaya sempurna diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam memilih calon benih.

Benih yang baik didapatkan dari buah pepaya yang dihasilkan pohon sempurna. Bentuk buah memanjang, tidak cacat dan bebas dari penyakit. Buah tersebut sebisa mungkin dibiarkan matang di pohon.

Biji pepaya terdapat dalam rongga buah, ada yang berwarna hitam kelam ada yang pucat putih. Biji berwarna putih merupakan biji yang mati tidak akan tumbuh. Biji yang hitam dapat tumbuh menjadi pohon, namun hanya sekitar 25-50% yang menjadi pohon sempurna tergantung sifat genetisnya. Sisanya menjadi pohon betina dan pohon jantan.

Biji yang tumbuh di ujung buah memiliki kemungkinan untuk tumbuh menjadi pohon pepaya sempurna dibanding bagian pangkal. Untuk menyeleksi benih sebaiknya ambil biji pada bagian ujung hingga tengah buah. Jangan mengambil biji dari pangkal buah.

Penyemaian benih pepaya
Sebelum disemaikan, benih yang masih kering perlu dikecambahkan terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya. Pertama-tama rendam benih dalam air hangat kuku selama satu malam. Kemudian pilih biji tenggelam atau tidak mengapung dalam air.

Siapkan kertas tisu sebagai pembungkus, basahi tisu tersebut dengan air. Tebarkan biji yang telah direndam di atas tisu kemudian tutup atasnya dengan tisu dan siram atau basahi. Masukkan bungkusan benih tersebut dalam besek (kotak anyaman bambu) atau wadah lain yang serupa. Tempat atau wadah harus yang bisa tembus air atau mengalirkan air.

Letakkan wadah tersebut di sinar matahari, jangan terlalu terik, perkecambahan benih membutuhkan suhu kira-kira 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah setelah 7-10 hari, atau bisa lebih.

Setelah benih berkecambah menjadi bibit, pindahkan kecambah-kecambah tersebut dalam polybag semai, satu bibit satu polybag. Pilih polybag kecil dengan ukuran 9×10 cm. Sebelumnya, isi polybag tersebut dengan media persemaian terdiri dari tanah, kompos, arang sekam yang telah diayak dengan perbandingan 1:1:1. Lihat cara membuat media persemaian.

Setelah bibit dipindahkan basahi media untuk menjaga kelembaban. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut dalam bilik persemaian yang ternaungi. Naungan bisa dibuat dari plastik bening atau paranet. Fungsinya untuk melindungi bibit dari kucuran hujan langsung, sengatan matahari dan terpaan angin.

Bibit siap dipindahkan ke lahan tebuka setelah berumur 2-2,5 bulan sejak disemaikan. Kebutuhan benih pepaya untuk satu hektar sekitar 60 gram.
Pengolahan tanah dan penanaman

Berikut ini adalah pengolahan lahan untuk budidaya pepaya di lahan tegalan atau hamparan non terasering. Pertama-tama, lahan dicangkul atau dibajak untuk menggemburkan tanah. Kemudian buat bedengan dengan lebar 2 meter, panjangnya menyesuaikan bentuk lahan dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan selebar 50 cm. Jarak tanam budidaya pepaya hendaknya disesuaikan dengan luas tanam. Berikut ketentuannya:

    Budidaya pepaya <0,2 Ha jarak tanamnya 2×2 meter
    Budidaya pepaya 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter
    Budidaya pepaya >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter

Buatlah lubang tanam sesuai dengan jarak tanam, ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Sebaiknya pembuatan lubang tanam tidak di musim hujan. Ketika menggali lubang tanam, pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Biarkan lubang tersebut terbuka selama 1-2 minggu.

Kemudian campurkan pupuk dasar berupa kompos atau pupuk kandang yang telah matang dengan tanah bagian atas. Dosis pupuk sebanyak 20 kg per lubang tanam. Kemudian masukkan terlebih dahulu tanah bagian bawah kedalam lubang tanam, selanjutnya masukkan tanah bagian atas. Biarkan kembali lubang tanam yang telah tertutup selama 1-2 minggu.

Sebagai catatan, untuk tanah yang memiliki pH dibawah 5 netralkan dengan kapur atau dolomit. Dosis pemberian kapur sebanyak 1-2 ton per hektar atau 1 kg per lubang tanam. Pemberian dolomit setidaknya 2 minggu sebelum tanam.

Setelah lubang tanam siap, pindahkan bibit dari polybag semai ke lubang tanam. Umur bibit yang siap dipindahkan minimal 2-2,5 bulan setelah semai. Lakukan penyiraman pagi atau sore hari setidaknya hingga tanaman berumur 1,5 bulan sejak dipindahkan.

Terdapat dua kebiasaan petani dalam budidaya pepaya, yaitu menanam satu bibit dalam satu lubang tanam atau dua bibit dalam satu lubang semai. Tujuan penanaman dua bibit untuk menghindari tumbuhnya pepaya jantan dan pepaya betina serta memudahkan penyulaman.

Pada bulan ke-4, ketika pepaya berbunga pertama kali, dilakukan seleksi untuk mencabut pepaya yang tidak dikehendaki. Pada akhirnya hanya satu pepaya sempurna per lubang tanam yang dibiarkan tumbuh hingga berbuah.
Perawatan budidaya pepaya

Penyulaman tanaman dilakukan setelah tanaman berumur 1,5 bulan sejak tanam. Tanaman yang tumbuhnya jelek atau berpenyakit dicabut dan diganti bibit baru. Apabila menggunakan metode dua bibit dalam satu lubang tanam, tinggal mencabut tanaman yang terlihat tidak bagus.

Berikut ini tips-tips yang diberikan Prof. Sobir dari Pusat Kajian Buah Tropika, Institut Pertanian Bogor, untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna.

    Amati saat pohon berbunga untuk pertama kalinya. Bunga tumbuh pada ketiak daun. Bila bunga yang tumbuh tunggal, berarti bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar saat umur 4 bulan. Bila berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan, pohon harus dicabut dan disulam dengan bibit lain.
    Petik bunga tersebut kemudian tekan ujungnya dengan ibu jari hingga terbuka, bila bunga yang keluar jantan pohon berarti ini adalah pohon sempurna yang akan dipertahankan. Bunga sempurna akan muncul 1-2 bulan kemudian.
    Bila setelah ditekan keluar bunga betina, berarti pohon ini pohon betina. Berarti harus dicabut.
    Kemudian sulam tanaman yang dicabut tersebut dengan bibit baru. Atau, bila kita menerapkan metode penanaman dua pohon dalam satu lubang tanam, pindahkan pohon sempurna dari lubang lain. Karena untuk satu lubang hanya bisa dibesarkan satu pohon sempurna saja.

Pemupukan susulan dimulai 2 minggu setelah bibit dipindahkan. Pemupukan diberikan dengan cara menggali parit melingkari tanaman pepaya. Kedalaman parit kurang lebih 5-10 cm, campuran pupuk diletakkan pada parit tersebut. Berikut ketentuan pemupukan budidaya pepaya:

    Pemupukan pertama, umur 2 minggu, Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr per pohon
    Pemupukan kedua, umur 1 bulan, Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr per pohon
    Pemupukan ketiga, umur 4 bulan, Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr per pohon
    Pemupukan keempat, umur 6 bulan, Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr per pohon
    Pemupukan selanjutnya setiap satu bulan, Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr per pohon
Pemanenan

Budidaya pepaya biasanya dapat dipanen setelah berumur 9-14 bulan. Frekuensi panen bisa dilakukan setiap 10 hari sekali. Produktivitas budidaya pepaya berkisar 20-35 ton per hektar. Produktivitas ini tergantung dari kondisi iklim, varietas dan teknik budidaya.

Buah pepaya yang dipetik harus mendekati stadium matang pohon. Cirinya terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Bila hasil panen akan dipasarkan ke tempat yang jauh, bisa dipetik lebih dini.

Sumber: alamtani.com

Cara budidaya timun suri organik

Cara budidaya timun suri organik

Timun suri, dari sisi nama dan bentuknya, orang banyak mengasosiasikan tanaman ini dengan sebagai jenis-jenis mentimun. Namun tahukah anda, timun suri sesungguhnya lebih mendekati tanaman melon, semangka dan blewah dibanding mentimun?

Riset yang dilakukan Laboratorium Biologi Genetika UGM mengatakan timun suri memiliki kromosom inti selnya 2n=24, sementara mentimun 2n=14.  Bentuk daunnya lebih membulat seperti melon, sedangkan mentimun meruncing. Bijinya juga demikian, lebih pendek seperti melon.

Petani mengenal timun suri sebagai tanaman yang memiliki hama seperti mentimun. Upaya pengendaliannya pun biasanya diperlakukan sama. Hanya saja tanaman ini lebih bandel dalam menghadapi hama-hama tersebut. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keserampakan dalam pertumbuhan cabang dan tunas batangnya yang cukup banyak dan kokoh.
Timun suri kaya akan provitamin A, berfungsi sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh. Selain itu, memiliki kandungan Vitamin C yang cukup tinggi. Selain vitamin buah ini kaya dengan mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi.
Pengolahan lahan

Cangkul halus tanah yang akan dipakai untuk budidaya timun suri lebih baik ditanam pada tanah datar dan tidak dibuat bedengan. Lalu lakukan pembuatan lubang tanam berukuran 1 x 1 meter, masukkan pupuk kompos atau pupuk kandang kadalam tiap lubang masing-masing sekita 1 kg, lalu diamkan selama 2 hari.
Penanaman benih

Penanaman dilakukan setelah tanah yang diberi pupuk dibiarkan selama 2 hari. Masukkan benih sebanyak 2 biji kedalam setiap lubang tanam lalu kemudian tutup  dan siram secara teratur sampai tanaman tumbuh. Biasanya tanaman tumbuh secara serempak pada 7 hari setelah tanam. Jika ada yang belum tumbuh sampai umur tersebut maka lakukan penyulaman.

Benih biasanya dipakai minimal 1 tahun setelah diproduksi, kekuatannya tergantung pada perawatan dan penyimpanan benih. Biasanya benih bisa digunakan hingga 1,5 tahun.
Budidaya timun suri

Pada umur 7 hari setelah tanam lakukan penyiangan. Tanaman yang sudah dewasa mampu bersaing dengan gulma. Bahkan jika sudah berbuah, gulma ini menguntungkan karena menjadi alas antara buah dengan tanah. Sehingga buah tidak berhubungan langsung dengan tanah dan terhindar dari serangan cacing dan hewan-hewan yang berasal dari dalam tanah.

Timun suri merupakan tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Untuk itu penanganannya tidak terlalu sulit dan tidak perlu disiram secara rutin.
Pemanenan

Umur tanaman timun suri dari mulai tanam hingga panen pertama berkisar 60-75 hari, tergantung dari varietas benih. Panen dilakukan secara bertahap hingga 10 kali pengambilan.

Buah yang sudah layak panen bisa dilihat dengan cara mengecek buah yang sudah lepas dari tangkainya. Setelah buah dipetik, lakukan pencucian, sortasi dan pengkelasan lalu packing untuk dijual ke pasar ataupun kerumah-rumah. Timun suri mengalami puncak permintaannya setiap bulan puasa sebagai sajian untuk berbuka.

Sumber: alamtani.com

budidaya tanaman semangka tanpa biji

budidaya tanaman semangka tanpa biji


Tanaman semangka tanpa biji(Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kalahari. Penyebarannya ke India, China dan Amerika dilakukan oleh para pelayar dari pedagang.

memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92%, karbohidrat 7% dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering, tetapi akhir-akhir ini dengan teknologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja.

Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat, tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.
Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit, serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan teknologi budidaya semangka di daerah Sub-tropika lebih maju dibandingka daerah asalnya (tropika).
Jenis-jenis baru baik, hibrida yang diploid (semangka tak berbiji), telah banyak dikembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis (varietas asalnya).

Sekilas semangka Tanpa biji

Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tertua atau induknya masing-masing berasal dari tertua betoina semangka tetraploid dengan tertua jantan semangka diploid.

Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji ditemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tertua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan mutasi duplikasi.

Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid (semangka seedless) yang mempunyai daya vitaliuta rendah. Jika suhu udara rendah (kurang dari 29 derjat Celcius), maka daya kecambahannya pun akan lambat.

Oleh karena itu, perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat.

Daya kecambah rata-rata biji semangka triploid adalah antara 27,5-85% dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil dari pada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnay memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benang sarinya mandul, maka biji tidak akan berbentuk.

Meskipun demikian, biji kosong yang berwarna putih atau cokelat terkadang masih dijumnpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor (P205).

Sumber: www.tanamanku.net

budidaya jeruk purut

budidaya jeruk purut

Buah jeruk dikenal sebagai jenis buah yang kaya akan nutrisi, khususnya yakni vitami C. Tak diragukan lagi bahwa peran vitamin C untuk tubuh kita sangatlah vital. Vitamin C dapat membantu tubuh untuk memperkuat sistim daya tahan tubuh yang dapat menyebabkan diri kita lebih tahan terhadap berbagai serangan dari luar yang bisa menyebabkan kita sakit. Oleh karena itu, dengan asupan vitamin C yang baik maka tubuh kita akan lebih kuat dan selalu bugar.

Jeruk adalah buah yang digemari oleh sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Buah ini selain bisa dimakan langsung setelah dikupas, juga bisa diolah menjadi beragam jenis makanan ataupun minuman, contohnya saja selai jeruk, juice jeruk, sup buah, dan lain-lain. Akan tetapi, ada juga jenis jeruk yang berfungsi sebagai semacam penyedap aroma dan rasa, namanya yakni jeruk purut. Kami yakin bahwa sebagian besar dari para pembaca yang suka bercocok tanam pasti memiliki pohon jeruk purut ini di rumah, karena tanaman ini memang relatif selalu dibutuhkan.
Peluang Berbisnis dengan

Jeruk purut sungguh berbeda dengan buah jeruk pada umumnya yang dinikmati sebagai hidangan pencuci mulut. Buah maupun daun dari jeruk purut bisa dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap untuk membuat kue, manisan, maupun berbagai macam masakan supaya rasa dan aromanya lebih mantap. Jeruk purut tergolong sangat populer di masyarakat Indonesia, maka tak heran jika peminatnya di pasaran cukup tinggi untuk setiap harinya. Oleh sebab itu, sangat bagus sebenarnya apabila kita memiliki ide untuk mengembangkan budidaya tanaman ini.
Tips untuk

Di sini akan kami sediakan beberapa tips yang berkenaan dengan cara . Tips mengenai teknik budidaya yang pertama akan kita bahas yakni berkaitan dengan cara menanam ataupun teknik menanamtumbuhan jeruk purut ini. Kemudian kita juga akan membahas tentang perawatan tanaman ini. Langsung saja kita mulai pembahasan yang pertama.
Teknik Menanam

Sebelum menanam, tentu saja kita harus mencari bibit jeruk purut yang baik, yang bisa kita dapatkan di berbagai sentra pembibitan tanaman. Cara pembibitan yang baik yakni yang memenuhi standar sertifikasi pembibitan, jadi pastikan Anda mendapatkan bibit hanya di tempat terpercaya. Setelah mendapatkan bibit, proses penanaman yang harus kita lakukan cukup sederhana. Mula-mula kita membuat lubang-lubang tanam dengan jarak sekitar 3 meter, setelah itu kita masukan bibit jeruk purut dan menutupnya dengan tanah.

Pemupukan dapat kita lakukan ketika menanam, yakni dengan mencampuri tanah untuk menimbun lubang-lubang tanam dengan dolomit dan pupuk kandang secukupnya. Cara tanam seperti ini dinilai sangat efektif untuk meningkatkan kesuburan tanah sehingga tanaman dapat tumbuh lebih baik.
Teknik Perawatan

Selanjutnya tanaman tinggal dirawat dengan baik dan benar agar hasil panennya juga baik. Prosedur perawatan yang harus dilakukan secara rutin yaitu yang pertama adalah menyiram tanaman secara berkala. Selanjutnya, kita perlu membersihkan semak-semak pengganggu yang tumbuh di sekitar tanaman. Kemudian kita juga perlu melakukan pemupukan kembali terhadap tanah di sekitar tanaman. Lalu, kita juga harus selalu merawat batang dan ranting tanaman, yakni dengan membersihkannya dari hewan-hewan kecil pengganggu dan juga memotong ranting-ranting dengan menggunakan alat pangkas.

Itulah barangkali garis besar mengenai cara budidaya tanaman jeruk purut yang perlu kita ketahui. Hasil dari komoditas bisa sangat besar, oleh sebab itu ini bisa menjadi peluang bisnis yang sangat baik untuk kita. Sekian dan semoga bermanfaat.

Sumber: 1001budidaya.com

5 MANFAAT BUAH DELIMA & BIJINYA YANG HEBAT


Banyak manfaat buah delima dan juga bijinya yang menyehatkan bai tubuh Kita. Buah delima memang merupakan salah satu sumber terbaik dari zat antioksidan yang mempunyai antioksidan tiga kali lebih besar jika dibandingkan jeruk dan juga teh hijau. Semua nutrisi yang terdapat di dalam buah berwarna merah ini bermanfaat untuk kesehatan tubuh Anda.

Selain memiliki manfaat yang hebat bagi kesehatan, buah delima juga mengandung vitamin A, C dan vit E serta memiliki sifat anti-mikroba, sifat anti-inflamasi dan juga anti penuaan. Dengan demikian, buah delima juga mempunyai manfaat yang luar biasa bagi kecantikan wajah. Selain beberapa manfaat tersebut, berikut manfaat buah delima dan bijinya yang akan didapatkan jika Anda rutin mengonsumsinya seperti dikutip Health Me Up.
Terlindung dari sinar matahari

Delima dan juga minyak biji delima punya senyawa pelindung matahari yang dapat membantu kulit melawan ra-dikal bebas. Selain dapat memberikan perlindungan dari sinar mentari, buah delima juga mampu membantu mencegah terjadinya kanker kulit.
Anti penuaan

Karena mampu melindungi kita dari berbagai kerusakan pada kulit akibat sinar matahari, maka buah delima berguna juga untuk melindungi kulit dari bahaya penuaan dini yang disebabkan karena adanya paparan sinar matahari. Dengan demikian, delima membantu memperlambat terjadinya keriput, timbulnya garis-garis halus dan bintik-bintik hitam serta terjadinya hipergimentasi. Baca juga: 6 Cara Alami Mencegah Penuaan Dini Dengan Mudah.
Sembuhkan bekas luka

Delima dan minyak delima memiliki kandungan nutrisi yang mampu meningkatkan regenerasi sel di bagian epidermis & dermis lapisan kulit Anda. Selain mampu melindungi kulit, juga bisa membantu menyembuhkan luka. Baca juga: 11 Cara Alami Menghilangkan Bekas Luka.

Masker untuk wajah tampak bersinar

Gunakanlah masker wajah yang dibuat dari campuran pepaya, minyak biji anggur dan ekstrak biji anggur serta jus delima. Oleskan pada wajah Anda, dan biarkan dulu selama satu jam sebelum Anda mulai membilas wajah. Masker ini akan membantu untuk memberikan kulit yang terlihat sehat dan berseri.
Biji delima

Biji delima ini mengandung zat besi sangat banyak. Biji delima dapat membantu Anda meningkatkan kesu-buran dan juga kekebalan tubuh. Apabila Anda sedang demam, pilek, atau sedang flu, mengonsumsi biji delima ini akan membantu Anda lebih cepat untuk sembuh.

Selain itu, ada juga kandungan vitamin dan mineral dalam biji delima. Mineral di dalamnya mampu membantu mencegah berbagai jenis masalah kesehatan. misalnya membantu memaksimalkan kinerja dari sistem pencernaan tubuh, menjaga kesehatan usus dan kandungan vitamin K-nya yang cukup untuk tubuh sangat penting untuk mencegah terjadinya pembekuan darah.

Sumber: www.sehatmu.com

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku


Klasifikasi dan Morfologi Tanaman DukuTanaman duku yang mempunyai nama latin lansium domesticum corr merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia.

Tanaman ini merupakan jenis tanaman liar dan merupakan buah musiman yang biasa dipanen pada awal tahun.

Tanaman ini bisa tumbuh subur di daerah beriklim basah. Di Indonesia sendiri dikenal beberapa varietas duku seperti condet, kalikajar dan metesih.

Buah duku mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu kandungan dalam buah duku yaitu dietary fiber berguna untuk melancarkan sistem pencernaan juga dapat mencegah kanker kolon.

Selain itu, kulit buah duku juga bisa dimanfaatkan sebagai obat diare dan obat demam. Pohon duku juga dipercaya bisa menyembuhkan bisa gigitan dan obat disentri.
Klasifikasi tanaman duku

Tanaman duku bisa hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Tanaman ini termasuk dalam golongan perennial atau berbuah musiman. Berikut adalah klasifikasi tanaman duku.

    Kingdom: Plantae
    Subkingdom: Tracheobionta
    Divisi: Spermatophyta
    Kelas: Magnoliopsida
    Sub Kelas: Rosidae
    Ordo: Sapindales
    Famili: Meliaceae
    Genus: Lansium
    Spesies: Lansium domesticum Corr

Morfologi tanaman duku
Sebagai tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan liar, tanaman duku terbagi dalam kelompok spesies yang hampir mirip, baik dari segi daunnya, pohonnya, dan lainnya.

Salah satu jenis spesies yang masih berkerabat dengan tanaman duku dan berbentuk mirip adalah meliaceae atau dikenal dengan nama lansep.

    Pohon
Pohon tanaman duku berkayu dan berwarna coklat muda. Kayu ini sangat keras dan di beberapa tempat dijadikan sebagai bahan pembuatan rumah. Kayu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat disentri.


    Batang

Batang pada tanaman duku berbentuk keras karena duku termasuk tumbuhan berkeping dua. Batang berbentuk bulat dan panjang sekitar 10 meter tergantung pertumbuhan tanaman dan juga umur.

Pertumbuhan batang sangat terlihat jelas, yaitu mengarah ke atas. Terdapat bintik-bintik pada permukaan kulit batang yang berbentuk silinder.

    Akar

Jenis tanaman ini mempunyai akar tunggang, dan menancap lurus ke bawah. Maka dari itu, tanaman ini berdiri tegak lurus dan kokoh.

Akar pada tanaman duku terdiri dari bulu akar untuk menyerap air juga unsur hara dalam tanah dan tudung akar untuk melindungi ujung akar yang akan merambat. Akar tanaman biasanya berwarna putih dan berserabut.

    Daun

Daun berbentuk sirip ganjil dengan anak daun tersusun berseling. Daun pada tumbuhan duku mempunyai panjang sekitar 21 cm dan lebar hingga 9 cm dan majemuk. pangkal pada daun berbentuk runcing dan ujung daun berbentuk lancip. Tulang pada daun berbentuk menyirip dan mengkilap serta berwarna hijau tua.

    Bunga

Bunga pada tanaman duku keluar dari pertemuan percabangan ranting. Bunga ini mempunyai tangkai yang pendek dan berukuran kecil.

Bentuk bunga ini bercabang pada akarnya dan menggantung seperti buah kelapa. Bunga ini berwarna hijau dan kuning juga mempunyai putik dan benang sari dalam satu tandan.

    Biji duku

Sebagai tumbuhan dengan kategori dikotil, biji buah duku berbentuk lonjong bulat. Biji buah duku dilapisi oleh daging buah yang tebal dan kenyal. Panjang biji pada buah duku sekitar 2 mm.

    Buah duku
Buah duku berbentuk bulat seperti bola dengan diameter sekitar 2-4 cm. Terdapat daging buah yang berwarna bening dan kenyal.

Sumber: agroteknologi.web.id

perbedaan anggur hijau dan anggur merah


perbedaan anggur hijau dan anggur merah

Anggur ada beragam warnanya dan semua sangat lezat rasanya. Nah, kali ini yang akan dibahas adalah anggur merah dan angur hijau. Selain perbedaan warna, apa saja ya perbedaan dari keduanya? Berikut Sharing di Sini Perbedaan Kandungan Gizi Anggur Merah dan Anggur Hijau, yang patut Anda ketahui.

• Antioksidan ditemukan dalam buah anggur merah lebih tinggi, daripada anggur hijau.

Kalori yang terkandung dalam anggur hijau lebih tinggi dari jumlah kalori dalam buah anggur merah.
• Anggur merah mengandung jumlah anthocyanin lebih tinggi daripada dan anggur hijau.

• Anggur merah mengandung antioksidan flavanoid seperti Resveratrol, Katekin dan Quercetin dan anggur hijau hanya mengandung Katekin dalam jumlah yang relatif sedikit.

• Anggur merah dapat menurunkan tekanan darah tinggi sedangkan anggur hijau tidak bisa.

• Anggur merah penting dalam pencegahan penyakit terkait dengan gangguan jantung dan melindungi kolesterol baik, sedangkan anggur hijau tidak bisa.

• Resveratrol dalam anggur merah dapat membantu dalam pengobatan penyakit Alzheimer sedangkan anggur hijau tidak bisa.

• Resveratrol dalam anggur merah memiliki sifat antijamur dan anti-kanker sedangkan anggur hijau tidak memiliki.

• Sifat anti-histamin di Quercetin, dalam anggur merah, yang diperlukan untuk menyembuhkan berbagai alergi, tetapi anggur hijau tidak memiliki Quercetin.

• Anthocyanin yang ditemukan dalam anggur merah memiliki sifat anti-inflamasi tetapi zat tersebut tidak ditemukan dalam anggur hijau.

Sehingga secara keseluruhan, buah anggur merah yang tinggi dalam nilai gizi dan manfaatnya daripada anggur hijau.

Sumber: sharingdisana.com