Tampilkan postingan dengan label daun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Oktober 2016
Cara Menanam Pohon Daun Kelor dengan benar
Kelor yang mempunyai nama latinnya Moringa oleifera adalah tanaman yang mempunyai banyak manfaat dibidang kesehatan baik itu daun, kulit batang atau juga buah serta bijinya. Tanaman Daun Kelor dapat tumbuh tinggi hingga mencapai 7 meter atau bahkan ada 12 meter. Dengan memiliki batang yang berkayu, tegak, berwarna putih kotor, kulit yang tipis serta permukaannya yang kasar. Buah dari Kelor ini memiliki bentuk segitiga memanjang yang sebut dengan kelentang, yang dapat disayur. Cara budidaya Kelor sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan biji atau juga dengan menggunakan stek dari batang. Tanaman Kelor ini mudah untuk ditanam dan juga mempunyai daya tahan yang sangat baik jika terjadi perubahan musim. Untuk memulai budidaya Kelor, berikut ini cara budidaya daun Kelor agar menguntungkan dan mudah.
Cara Budidaya Kelor
1. Persiapan Bibit Kelor dari Biji
Jika anda memilih menanam Kelor mulai dari biji, yang pertama yang dilakukan ialah dengan memilih biji kelor dengan ualtas yang baik dibanding dengan polong yang telah tua. Dengan membuka kulit polong dan diambil biji kelor tersebut kemudian dijemur dibawah terik matahari selama kurang lebih 1 hari, diangkat lalu diletakkan diarea yang teduh. Sediakan tempat penyemaian dapat di nampan semaian, pelatik polybag atau juga dapat melakukan penyemaian ditanah dengan membuat bedengan. Media diisi dengan campuran tanah dan juga pupuk kandang, dan terlebih dahulu biji direndam didalam air hangat sebelum ditanam, pilihlah biji yang tenggelam dibanding yang mengapung karena kualitasnya. Setelah memilih biji, semaikan biji di media penyemaian ditempat yang teduh, lakukan penyiraman dengan teratur dalam menjaga kelembaban dari persemaian sampai tidak terlalu basah. Kecambah akan mulai nampak ketika berumur 7-12 hari. Setelah tumbuh mencapai 15cm, pindahkan kedalam polybag yang ukurannya lebih besar hingga bibit siap dipindahkan kedalam tanam permanen.
2. Persiapan Bibit Kelor dari Stek Batang
Selain dengan menggunakan biji juga dapat menggunakan teknik stek batang dengan cara potong satu tangkai dari batang Kelor dengan menggunakan pisau yang sangat tajam dengan panjang antara 30 hingga 50 cm. Tangkai yang akan dipilih untuk menjadi bibit ialah tangkai yang tidak tua dan juga tidak muda dengan memiliki diameter sekitar 3-5 cm. Pemotongan dilakukan dengan datar supaya area akar yang akan tumbuh menjadi semakin banyak. Masukkan hasil dari portongan tangkai yang akan dijadikan bibit kedalam polybag dan meletakkannya diarea yang teduh, dengan melakukan penyirama ada bibit Kelor.
3. Persiapan Lubang Tanam
Lubang tanam yang disiapkan untuk budidaya Kelor ini dengan dimensi 40 x 40 dan memiliki kedalaman 30 hingga 40 cm yang diisi dengan menggunakan pupu kandang dan juga setelah itu dibiarkan 1 minggu sebelum melakukan penanaman.
4. Penanaman Kelor
Bibit dari pohon Kelor yang telah mencapai ketinggian 30-50 cm untuk hasil dari persemaian biji bisa dipindahkan kelahan yang telah disiapkan dengan cara merobek polybag dengan cara perlahan dan juga masukkan bibit ke lubang tanam. Tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah sisa yang ada disekitaran lubang, dan padatkan. Setelah itu lakukan penyiraman. Untuk bibit dari hasil stek sendiri bisa dipindahkan jika bibit Kelor telah mengeluarkan daun yang segar dan juga akat telah tumbuh dari batang.
5. Merawat Pohon Kelor
Perawatan pohon Kelor tidak sulit, dengan melakukan penyiraman yang rutin serta pemangkasan dari batang saat diperlukan.
Sumber: http://deedzarinthebest.blogspot.co.id
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku – Tanaman duku yang mempunyai nama latin lansium domesticum corr merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia.
Tanaman ini merupakan jenis tanaman liar dan merupakan buah musiman yang biasa dipanen pada awal tahun.
Tanaman ini bisa tumbuh subur di daerah beriklim basah. Di Indonesia sendiri dikenal beberapa varietas duku seperti condet, kalikajar dan metesih.
Buah duku mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu kandungan dalam buah duku yaitu dietary fiber berguna untuk melancarkan sistem pencernaan juga dapat mencegah kanker kolon.
Selain itu, kulit buah duku juga bisa dimanfaatkan sebagai obat diare dan obat demam. Pohon duku juga dipercaya bisa menyembuhkan bisa gigitan dan obat disentri.
Klasifikasi tanaman duku
Tanaman duku bisa hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Tanaman ini termasuk dalam golongan perennial atau berbuah musiman. Berikut adalah klasifikasi tanaman duku.
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Lansium
Spesies: Lansium domesticum Corr
Morfologi tanaman duku
Sebagai tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan liar, tanaman duku terbagi dalam kelompok spesies yang hampir mirip, baik dari segi daunnya, pohonnya, dan lainnya.
Salah satu jenis spesies yang masih berkerabat dengan tanaman duku dan berbentuk mirip adalah meliaceae atau dikenal dengan nama lansep.
Pohon
Pohon tanaman duku berkayu dan berwarna coklat muda. Kayu ini sangat keras dan di beberapa tempat dijadikan sebagai bahan pembuatan rumah. Kayu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat disentri.
Batang
Batang pada tanaman duku berbentuk keras karena duku termasuk tumbuhan berkeping dua. Batang berbentuk bulat dan panjang sekitar 10 meter tergantung pertumbuhan tanaman dan juga umur.
Pertumbuhan batang sangat terlihat jelas, yaitu mengarah ke atas. Terdapat bintik-bintik pada permukaan kulit batang yang berbentuk silinder.
Akar
Jenis tanaman ini mempunyai akar tunggang, dan menancap lurus ke bawah. Maka dari itu, tanaman ini berdiri tegak lurus dan kokoh.
Akar pada tanaman duku terdiri dari bulu akar untuk menyerap air juga unsur hara dalam tanah dan tudung akar untuk melindungi ujung akar yang akan merambat. Akar tanaman biasanya berwarna putih dan berserabut.
Daun
Daun berbentuk sirip ganjil dengan anak daun tersusun berseling. Daun pada tumbuhan duku mempunyai panjang sekitar 21 cm dan lebar hingga 9 cm dan majemuk. pangkal pada daun berbentuk runcing dan ujung daun berbentuk lancip. Tulang pada daun berbentuk menyirip dan mengkilap serta berwarna hijau tua.
Bunga
Bunga pada tanaman duku keluar dari pertemuan percabangan ranting. Bunga ini mempunyai tangkai yang pendek dan berukuran kecil.
Bentuk bunga ini bercabang pada akarnya dan menggantung seperti buah kelapa. Bunga ini berwarna hijau dan kuning juga mempunyai putik dan benang sari dalam satu tandan.
Biji duku
Sebagai tumbuhan dengan kategori dikotil, biji buah duku berbentuk lonjong bulat. Biji buah duku dilapisi oleh daging buah yang tebal dan kenyal. Panjang biji pada buah duku sekitar 2 mm.
Buah duku
Buah duku berbentuk bulat seperti bola dengan diameter sekitar 2-4 cm. Terdapat daging buah yang berwarna bening dan kenyal.
Sumber: agroteknologi.web.id
Morfologi Tanaman Buah Jambu Biji
Akar
Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang yang bentuknya kerucut panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang-cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang dan juga daerah perakaran menjadiamat luas,hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Batang
Tumbuhan biji belah jika dilihat secara umum memiliki batang dengan bagian bawahnya yang lebih besar dan akan semakin mengecil jadi batangnya dapat dipandang sebagian suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan mempunyai percabangan. Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan permukaannya licin dan terlihat lepasnya kerak( bagian kulit yang mati), arh tumbuh batangnya tegak lurus (erectus), jambu biji memiliki cabang sirung pendek yaitu cabang-cabang dengan ruas yang pendek.
Daun
Bagian ini adalah suatu bagian yang penting yaitu berfungsi sebagai alat pengambilan zat-zat makanan, respirasi dan asimilasi transparansi. Daun jambu biji tergolongkan tidak lengkap, karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja disebut daun tangkai.
Bunga
Bunga jambu biji kecil-kecil berwarna putih. Bunga pada jambu biji terdiri dari kelopak dua mahkota yang masing-masing terdiri aras 4-5 daun berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan memiliki benang sari yang banyak dan berkelopak, berhadapan dengan daun-daun mahkota memiliki tangkai sari dengan warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai putik.
Buah
Buah jambu bijimemiliki buah sejati tunggal artinya, buah ini terjadidari satu bunga dengan satu bakal buah saja dan memiliki lebih dari satu biji. Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging dan bentuk buahnya bulat. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.
Kandungan Kimia
Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu bijji mengandung tannin, sedang pada batangnya tidak banyak mengandung tannin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tannin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin, dan vitamin. Kandungan buah jambu biji ( dalam 100 gr), yaitu kalori 49 kali;Vitamin A 25 SI; Vitamin B1 0,02 mg; Vitamin C 87 mg; Kalsium 14 mg; Hidrat Arang 12,2 gr; Fosfor 28 mg; Besi 1,1 mg; Protein 0,9 mg; Lemak 0,3 gr; dan Air 86 gr.
Sumber: www.petanihebat.com
Langganan:
Postingan (Atom)


