Tampilkan postingan dengan label morfologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label morfologi. Tampilkan semua postingan
Selasa, 18 Oktober 2016
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku
Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Duku – Tanaman duku yang mempunyai nama latin lansium domesticum corr merupakan tanaman yang tumbuh di Indonesia.
Tanaman ini merupakan jenis tanaman liar dan merupakan buah musiman yang biasa dipanen pada awal tahun.
Tanaman ini bisa tumbuh subur di daerah beriklim basah. Di Indonesia sendiri dikenal beberapa varietas duku seperti condet, kalikajar dan metesih.
Buah duku mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Salah satu kandungan dalam buah duku yaitu dietary fiber berguna untuk melancarkan sistem pencernaan juga dapat mencegah kanker kolon.
Selain itu, kulit buah duku juga bisa dimanfaatkan sebagai obat diare dan obat demam. Pohon duku juga dipercaya bisa menyembuhkan bisa gigitan dan obat disentri.
Klasifikasi tanaman duku
Tanaman duku bisa hidup sampai ratusan bahkan ribuan tahun. Tanaman ini termasuk dalam golongan perennial atau berbuah musiman. Berikut adalah klasifikasi tanaman duku.
Kingdom: Plantae
Subkingdom: Tracheobionta
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Magnoliopsida
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Meliaceae
Genus: Lansium
Spesies: Lansium domesticum Corr
Morfologi tanaman duku
Sebagai tanaman yang termasuk dalam golongan tumbuhan liar, tanaman duku terbagi dalam kelompok spesies yang hampir mirip, baik dari segi daunnya, pohonnya, dan lainnya.
Salah satu jenis spesies yang masih berkerabat dengan tanaman duku dan berbentuk mirip adalah meliaceae atau dikenal dengan nama lansep.
Pohon
Pohon tanaman duku berkayu dan berwarna coklat muda. Kayu ini sangat keras dan di beberapa tempat dijadikan sebagai bahan pembuatan rumah. Kayu ini juga dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat disentri.
Batang
Batang pada tanaman duku berbentuk keras karena duku termasuk tumbuhan berkeping dua. Batang berbentuk bulat dan panjang sekitar 10 meter tergantung pertumbuhan tanaman dan juga umur.
Pertumbuhan batang sangat terlihat jelas, yaitu mengarah ke atas. Terdapat bintik-bintik pada permukaan kulit batang yang berbentuk silinder.
Akar
Jenis tanaman ini mempunyai akar tunggang, dan menancap lurus ke bawah. Maka dari itu, tanaman ini berdiri tegak lurus dan kokoh.
Akar pada tanaman duku terdiri dari bulu akar untuk menyerap air juga unsur hara dalam tanah dan tudung akar untuk melindungi ujung akar yang akan merambat. Akar tanaman biasanya berwarna putih dan berserabut.
Daun
Daun berbentuk sirip ganjil dengan anak daun tersusun berseling. Daun pada tumbuhan duku mempunyai panjang sekitar 21 cm dan lebar hingga 9 cm dan majemuk. pangkal pada daun berbentuk runcing dan ujung daun berbentuk lancip. Tulang pada daun berbentuk menyirip dan mengkilap serta berwarna hijau tua.
Bunga
Bunga pada tanaman duku keluar dari pertemuan percabangan ranting. Bunga ini mempunyai tangkai yang pendek dan berukuran kecil.
Bentuk bunga ini bercabang pada akarnya dan menggantung seperti buah kelapa. Bunga ini berwarna hijau dan kuning juga mempunyai putik dan benang sari dalam satu tandan.
Biji duku
Sebagai tumbuhan dengan kategori dikotil, biji buah duku berbentuk lonjong bulat. Biji buah duku dilapisi oleh daging buah yang tebal dan kenyal. Panjang biji pada buah duku sekitar 2 mm.
Buah duku
Buah duku berbentuk bulat seperti bola dengan diameter sekitar 2-4 cm. Terdapat daging buah yang berwarna bening dan kenyal.
Sumber: agroteknologi.web.id
Morfologi Tanaman Buah Jambu Biji
Akar
Jambu biji memiliki akar tunggang yang bercabang yang bentuknya kerucut panjang, tumbuh lurus kebawah, bercabang-cabang banyak dan cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga memberi kekuatan yang lebih besar pada batang dan juga daerah perakaran menjadiamat luas,hingga dapat menyerap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Batang
Tumbuhan biji belah jika dilihat secara umum memiliki batang dengan bagian bawahnya yang lebih besar dan akan semakin mengecil jadi batangnya dapat dipandang sebagian suatu kerucut atau limas yang amat memanjang dan mempunyai percabangan. Bentuk cabang pada jambu biji yaitu berkayu dan permukaannya licin dan terlihat lepasnya kerak( bagian kulit yang mati), arh tumbuh batangnya tegak lurus (erectus), jambu biji memiliki cabang sirung pendek yaitu cabang-cabang dengan ruas yang pendek.
Daun
Bagian ini adalah suatu bagian yang penting yaitu berfungsi sebagai alat pengambilan zat-zat makanan, respirasi dan asimilasi transparansi. Daun jambu biji tergolongkan tidak lengkap, karena hanya terdiri dari tangkai dan helaian saja disebut daun tangkai.
Bunga
Bunga jambu biji kecil-kecil berwarna putih. Bunga pada jambu biji terdiri dari kelopak dua mahkota yang masing-masing terdiri aras 4-5 daun berkelopak dan sejumlah daun mahkota yang sama, dan memiliki benang sari yang banyak dan berkelopak, berhadapan dengan daun-daun mahkota memiliki tangkai sari dengan warna yang cerah bakal buah tenggelam dan mempunyai satu tangkai putik.
Buah
Buah jambu bijimemiliki buah sejati tunggal artinya, buah ini terjadidari satu bunga dengan satu bakal buah saja dan memiliki lebih dari satu biji. Jambu biji termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging dan bentuk buahnya bulat. Bijinya banyak dan terdapat pada daging buahnya.
Kandungan Kimia
Buah, daun, dan kulit batang pohon jambu bijji mengandung tannin, sedang pada batangnya tidak banyak mengandung tannin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tannin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin, dan vitamin. Kandungan buah jambu biji ( dalam 100 gr), yaitu kalori 49 kali;Vitamin A 25 SI; Vitamin B1 0,02 mg; Vitamin C 87 mg; Kalsium 14 mg; Hidrat Arang 12,2 gr; Fosfor 28 mg; Besi 1,1 mg; Protein 0,9 mg; Lemak 0,3 gr; dan Air 86 gr.
Sumber: www.petanihebat.com
Langganan:
Postingan (Atom)

